spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Mahulu Rangsang Ekonomi Kreatif Lewat Pelatihan Membatik

UJOH BILANG– Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu terus berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas para pelaku usaha ekonomi kreatif. Salah satu langkahnya dengan mengadakan pelatihan membatik dasar bagi  warga dari berbagai kampung. Upaya ini diharapkan menggairahkan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Bumi Urip Kerimaan setelah dihantam pandemi Covid-19.

“Sebagai bagian dari ekosistem pariwisata, ekonomi kreatif ditargetkan menjadi salah satu kekuatan pemulihan, melalui produk-produk yang dihasilkan” ujar Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh dalam sambutan yang dibacakan Wakilnya Yohanes Avun ketika membuka pelatihan membatik tingkat dasar di Balai Pertemuan Ujoh Bilang, awal pekan ini.

Pelatihan yang merupakan pengembangan kompetensi sumber daya manusia pariwisata dan ekonomi kreatif tingkat dasar itu, diprakarsai oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Mahulu.

Wabup yang juga pegiat kesenian lokal, musik lokal – Sapeq ini mengingatkan, mengembangkan ekosistem pariwisata kreatif lokal harus diimbangi dukungan dan peningkatan kompetensi. Mengingat usaha ini membutuhkan ide, gagasan dan sentuhan tangan kreatif manusia.

Oleh karena itu, butuh dukungan pemerintah dan keseriusan pelaku usaha dalam mengembangkan karya dan membuka peluang usaha. Ia berharap, pelatihan ini bisa melahirkan beragam motif batik lokal Mahulu yang bisa dipasarkan luas.

Jika hal ini tercapai, maka akan memutar perekonomian masyarakat lokal, menguatkan daya saing daerah berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif serta pendapatan asli daerah.

“Semoga setelah kegiatan ini, setelah peserta mampu menghasilkan produk yang menjadi ciri khas Kabupaten Mahulu,” harapnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Mahulu Lawing Ngau melaporkan, pelatihan berlangsung selama 4 hari, mulai tanggal 19 sampai 22 September 2022. Menghadirkan narasumber berkompeten yakni Desi Soleha dan Dewi Nina dari Batik Putri Syafril Samarinda. Mereka berpengalaman menciptakan beragam motif batik di berbagai kabupaten kota di Kaltim. Semisal Samarinda, Kukar dan kota lainnya.

“Kegiatan ini juga sebagai wadah menjalin relasi dan mendapatkan pengetahuan bagi para pelaku ekonomi kreatif, dengan para narasumber yang berpengalaman, dengan adanya pembinaan ini, sehingga menciptakan SDM yang berwawasan, sesuai dengan target yang ingin dicapai,” kata Lawing Ngau.

Pelatihan dibuka simbolis dengan membatik motif keindahan alam dan ukiran khas Mahulu. Wakil Bupati Yohanes Avun, Sekretaris Daerah Stephanus Madang, dan para pejabat tampak antusias mengoreskan tinta batik di atas kain tenun khusus batik. (adv)

BACA JUGA

15.9k Pengikut
Mengikuti