spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PAD Kukar Tahun 2023, Diproyeksi Meningkat Jadi Rp 550 Miliar

TENGGARONG – Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara (Bapenda Kukar) menaikkan target capaian Penghasilan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2023 ini. Yakni sebesar 45-50 persen dibanding target PAD yang ditetapkan tahun 2022 lalu atau target membukukan PAD sebesar Rp 550 miliar pada tahun ini.

Hal ini, lantaran proyeksi sumbangan pajak daerah yang juga meningkat dibanding tahun 2022 lalu. Naik sekitar Rp 20 miliar, dari sekitar Rp 110 miliar menjadi Rp 130 miliar. “Terutama yang (penerimaan) besar dari BLUD, dari rumah sakit dan puskesmas,” ungkap Bahari Jokosusilo, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/1/2023).

Kenaikan PAD pun dipengaruhi kondisi Perseroda Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) yang semakin membaik. Realisasi penerimaan pun pada 2023 diprediksi bakal meningkat menjadi Rp 70 miliar, dari penerimaan tahun 2022 senilai Rp 24 miliar melalui Participating Interest (PI). Meski begitu, Bapenda Kukar hanya mematok target penerimaan sebesar Rp 60 miliar saja.

Terlebih, kata Joko, susunan direktur utama dan komisaris Perseroda MGRM baru dilantik. Diharap memiliki semangat dan inovasi baru, untuk peningkatan PAD “Juga karena kondisi perusda terutama MGRM, pimpinannya sudah mulai bagus didalamnya,” lanjut Joko.

Diketahui, data yang dihimpun dari Bapenda Kukar, PAD Kukar tahun 2022 mencatatkan realisasi sebesar 97,98 persen. Namun Joko mengklaim realisasi PAD di Kukar sebenarnya menyentuh angka 100 persen lebih.

Hal ini dikarenakan ada beberapa OPD teknis yang menyumbang PAD belum selesai memberikan laporan ke Bapenda. “InsyaAllah ketika laporan semua masuk, tercapai lebih dari 100 persen dari target PAD 2022 senilai Rp 501 miliar,” lanjut Joko.

Diketahui, PAD Kukar 2022 disumbang oleh 4 sektor. Yakni pajak daerah sebesar 128,67 persen, selanjutnya retribusi daerah sebesar 98,59 persen. Diikuti lain-lain PAD yang sah sebesar 91,23 persen dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dengan mencatatkan 66,10 persen. Dengan total penerimaan PAD sejauh ini mencapai Rp 491.003.275.680,56 atau Rp 491 miliar. (afi)

15.9k Pengikut
Mengikuti