spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Orangutan ‘Astuti’ Disita dari Perdagangan Gelap Hewan

BALIKPAPAN – Orangutan Kalimantan bernama Astuti dengan jenis kelamin betina dikirim oleh Balai KSDA Sulawesi Utara ke Balai SKDA Kalimantan Timur pada Selasa (24/1/2023) malam, merupakan hasil sitaan dari perdagangan gelap hewan antar pulau.

Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara, Askhari Masiki mengatakan, berdasarkan hasil pengungkapan kasus, Astuti yang masih berusia 2 tahun tidak sendirian dikirim dari Kalimantan Timur hingga tiba di Makasar menggunakan jalur laut.

“Selain Astuti, kita juga amankan 58 ekor satwa lainnya, seperti beberapa jenis Owa Kalimantan, Lutung Jawa, Biawak dan Kura-kura,” ujar Askhari Masiki kepada wartawan di terminal cargo Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

BACA JUGA :  Tiba di Balikpapan, BKSDA Antar Astuti Pulang ke Berau

Lebih lanjut Askhari Masiki menjelaskan, setelah Astuti tiba di Makasar, akan dikirim ke Manado dan kembali akan di kirim ke Filipina. Namun karena lebih dahulu tertangkap tangan oleh kepolisian Polres Boalemo, Gorontalo maka aksi perdagangan gelap hewan tersebut gagal dilakukan.

“Perdagangan hewan ini masih cukup sering terjadi, khususnya yang apendik seperti ini. Beruntung aparat penegak hukum berhasil menggagalkannya hingga akhirnya kita kembalikan ke daerah asalnya,” jelasnya.

Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara, Askhari Masiki

Selama menjalani perawatan di Balai KSDA Sulawesi Utara, Astuti menerima perawatan secara intens oleh animal keeper dan penanganan medis oleh Dokter hewan.

“Perawatan harian dan pendampingan aktivitas harian berupa pengenalan habitat jelajah hutan serta pemberian enrichment di kandang playground kita lakukan terhadap Astuti selama bersama kita,” tambahnya.

Penanganan medis yang pernah dilakukan terhadap orangutan Astuti selama di PPS Tasikoki berupa pemeriksaan fisik, laboratorium dan rontgen. “Hingga Januari 2023, Astuti dalam kondisi sehat serta tidak menunjukkan gejala penyakit apapun,” tutupnya. (Bom)

15.9k Pengikut
Mengikuti