spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mudyat Noor Apresiasi Sambutan Pemkab, Tekankan Pembangunan Infrastruktur

PENAJAM PASER UTARA – Bupati Terpilih Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, memberikan apresiasi atas sambutan hangat dari jajaran Pemkab PPU dan berharap dapat bersinergi untuk membangun daerah ini lebih baik ke depannya.

Mudyat menyampaikan beberapa prioritas pembangunan yang akan dilakukan di masa kepemimpinannya, di antaranya fokus pada pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan.

Salah satu program utama yang ia tekankan adalah pembangunan Jembatan Buluminung, yang akan menghubungkan PPU dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) terkait proyek tersebut.

“Termasuk wacana pelebaran jalan-jalan dari Penajam ke Babulu, begitu pun jalan dari Silkar,” tambahnya.

Selain itu, Mudyat juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan, khususnya di daerah Babulu dan  segera terealisasikan terutama terkait dengan pengairan.

“Begitupun dengan ketahanan pangan di Babulu, siapapun yang tanda tangan bisa direalisasikan segera,” jelasnya.

Terkait dengan pelantikan, Mudyat mengatakan masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat. Meskipun awalnya diperkirakan pelantikan akan dilaksanakan pada 6 Februari 2025, namun kemungkinan penundaan hingga sekitar 18-20 Februari 2025 tergantung pada proses dismisal dari Mahkamah Konstitusi.

“Nanti tergantung dismisalnya, masih dirapatkan di Senin (03/02/2025). Kalau benar diundur katanya sekitar tanggal 18 – 20 Februari 2025. Kalau dipaksa nggak bisa, karena tanggal 6 juga sama dengan ultah Partai Gerindra,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, Mudyat juga menjelaskan alasannya jarang hadir di PPU. Yakni, untuk menghindari gosip yang simpang siur tentang dirinya. Sehingga diharapkan nantinya rekan-rekan Forkopimda dapat bersama-sama membangun PPU lebih unggul.

“Masih banyak cara lain yang kita bisa capai untuk membangun PPU yang lebih berintegritas, misal dengan lingkungan atau lainnya,” tambahnya

Selain itu, lanjut Mudyat, ke depannya Penajam diharapkan dapat menjadi sorotan terbaru, utamanya menjadi daerah penyangga IKN. Ia melihat antara Penajam dan IKN sangat timpang dan tertinggal.

“Ketimpangan APBD dan pembangunan, kita masih kurang maksimal membangun. Sebuah problem agar bisa diselesaikan bersama,” tutupnya.

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.