Sabtu, Mei 15, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mudik Lokal Akhirnya Juga Dilarang, Gubernur Minta Dijalankan Seluruh Kabupaten/Kota di Kaltim

BALIKPAPAN – Pemerintah pusat resmi melarang mudik selama 6-17 Mei 2021. Larangan mencakup semua moda transportasi dan tujuan mudik, termasuk antara kabupaten/kota.
Gubernur Kaltim, Isran Noor, mengaku akan meneruskan kebijakan tersebut di tingkat daerah. Mudik lokal antardaerah di Kaltim dipastikan dilarang.

Isran menjelaskan pelarangan mudik diperlukan. Pasalnya, hampir seluruh kepala daerah di Kaltim melarang masyarakat berpergian keluar kota. Baik keluar pulau atau antar-kabupaten/kota.

“Sami mawon (sama saja). Tidak ada pengecualian. Kecuali bisa menerobos,” kelakarnya saat membuka Launching Samsat Kaltim Delivery di Balikpapan, Selasa (4/5/2021) kepada kaltimkece.id jejaring mediakaltim.com.

Isran menegaskan, seluruh daerah kabupaten/kota di Kaltim harus menerapkan kebijakan tersebut. Dia mencontohkan Kalimantan Selatan yang mewanti-wanti warganya bepergian keluar daerah. Mengantisipasi pemudik “nakal” dan taksi gelap yang milir keluar kota sebelum dilarang.

“Itu lebih bagus. Mudah kerjaan kita di Kaltim,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, AFF Sembiring, menjelaskan kebijakan larangan mudik antarkota sudah sesuai peraturan yang diedarkan kementerian. Yakni Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13/2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idulfitri 1442 H/2021 dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Penutupan pengoperasian untuk semua moda transportasi darat, laut, dan udara. Itu tanggal 6-17 Mei 2021. Itu khusus untuk pemudik Lebaran,” ucapnya.
Seluruh perjalanan yang dilakukan dengan moda transportasi bakal dilarang. Perjalanan hanya boleh untuk transportasi barang dan logistik, serta bagi orang-orang tertentu.

Pengecualian diberikan kepada aparatur sipil negara seperti pegawai BUMN, BUMD, TNI-Polri, atau pegawai swasta yang mengantongi perjalanan dinas. Kriteria tersebut juga berlaku untuk warga yang hendak melakukan kunjungan duka atau pengobatan. Termasuk ibu hamil dengan kepentingan melahirkan disertai pendamping maksimal dua orang.

BACA JUGA :  Pengedar Ini Dibekuk saat Tidur Pulas, Sabu 5,68 Gram Jadi Bukti
BACA JUGA :  Pengedar Ini Dibekuk saat Tidur Pulas, Sabu 5,68 Gram Jadi Bukti

“Kalau mudik enggak boleh. Kalau ada urusan kerja, kunjungan duka, kunjungan keluarga sakit, pelayanan darurat baru boleh. Harus ada surat keterangan jalan dari kelurahan,” ucap Sembiring. (kk)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pengedar Ini Dibekuk saat Tidur Pulas, Sabu 5,68 Gram Jadi Bukti

BONTANG – Warga Kelurahan Gunung Telihan berinisial NT (38) diringkus jajaran Unit Opsnal Satreskoba bersama Tim Rajawali, Rabu (12/5/2021) sekitar pukul 07.00 Wita. Dia...

Kodim 0908 Bontang Gelar Salat Id, Terapkan Prokes Ketat

BONTANG – Kodim 0908/BTG menggelar Salat Id 1442 Hijriah secara berjemaah, Kamis (13/5/2021). Kegiatan dilaksanakan di lapangan Makodim 0908/BTG, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang...

Sabar Ya… Mahkota II Masih Ditutup, Alat Pemeriksa Retakan Jembatan Baru Datang 6 Pekan...

SAMARINDA - Jembatan Mahkota II masih harus ditutup hingga waktu yang belum diketahui. Keretakan pylon infrastruktur yang menghubungkan Kecamatan Palaran dan Sambutan di Samarinda,...

Bawa Nama Bontang di Kompetisi Makeup Kreatif, ‘Garuda Wisnu Kencana’ Karya Rere Dini Masuk...

BONTANG - Satu lagi talenta muda Bontang berhasil mengharumkan nama Kota Taman di kancah nasional. Dia adalah Rere Dini. Peraih juara harapan III di...

Duel Camat Tenggarong Vs Penambang Berujung Tersangka, Pemerintah Dinilai Lakukan Pembiaran, Warga Diminta Bertindak

TENGGARONG - Arfan Boma baru saja menunaikan salat zuhur ketika telepon genggamnya berdering. Camat Tenggarong itu segera menjawab panggilan. Di ujung sambungan, Ketua RT...