TENGGARONG– Vitiligo kini menjadi salah satu ancaman kesehatan yang terjadi di Indonesia, tidak terkecuali di Kutai Kartanegara (Kukar). Bahkan berdasarkan data yang dipaparkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kukar dr Arif Risdianto, SPKK., M.Kes, secara epidemiologi, insiden vitiligo terjadi pada 1-2 persen dari total populasi.
“Prevalensi vitiligo di Indonesia berada di angka 0,2 sampai 2 persen, yang artinya ada sekitar 5 juta orang hidup dengan vitiligo (di Indonesia). Pada 30-40 persen kasus mempunyai riwayat keluarga,” ujar Arif pada mediakaltim.com belum lama ini.
Arif menjelaskan, vitiligo memang termasuk salah satu jenis penyakit yang langka dan seolah terlupakan berdasarkan tingkat pravelensi-nya yang rendah itu. Namun dampak kesehatan dan sosial bagi penderita yang cukup besar. Penyakit kulit ini mampu membuat penderita hilang kepercayaan diri.
Tidak sedikit yang merasa mendapatkan perundungan. Tak heran penderita mengalami depresi dan trauma, karena adanya penolakan sosial.
Tidak hanya menyerang bagian luar kulit yang nampak secara jelas saja. Penyakit kronis yang membuat warna kulit memudar dan menjadi warna putih terang, juga bisa menjangkiti area selaput lendir atau mukosa seperti mulut, mata, dan bahkan rambut.
Pemudaran warna kulit menjadi putih terang, ini terjadi karena sel pigmen dalam tubuh berhenti memproduksi warna atau pigmen. Dan hingga saat ini belum diketahui secara pasti dan masih diteliti penyebab yang membuat sel tersebut berhenti memproduksi pigmen.

Namun ada dugaan penyebab Vitiligo, akibat sejumlah faktor seperti : kelainan genetik, penyakit autoimun, stres, dan paparan sinar matahari berlebihan. Faktor lainnya adanya trauma atau tekanan dari bahan kimia, serta anemia defisiensi vitamin B12.
Tetapi berdasarkan teori patogenesis yang menjelaskan tentang teori autoimun, teori neurogenik dan teori sitotoksik. Proses autoimun diduga kuat merupakan penyebab utama vitiligo.
Meski Vitiligo belum bisa diobati, tetapi penanganan yang tepat sejak dini, menurut Arif, dapat menghambat perkembangan penyakit ini. Pengobatan vitiligo bertujuan untuk mengembalikan warna kulit seperti semula. Dengan menggunakan metode penanganannya tergantung pada seberapa luas area yang terkena, usia penderita serta dampak vitiligo terhadap kualitas hidup pasien.
“Dengan segera menemui dokter spesialis kulit bila warna rambut, kulit, mata, atau bagian dalam mulut memudar atau muncul bercak putih,” pungkas dokter spesialis kulit dan kelamin RSUD AM Parikesit Kukar tersebut. (afi)






