Sabtu, November 27, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mahulu Langganan Zona Hijau, PPKM Level 1 Kenapa Bontang-Kukar?

Kalimantan Timur menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2. Namun, untuk tingkat kabupaten/kota, ada 2 daerah yang levelnya lebih baik, yakni Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Mengutip Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 61 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali, yang berlaku 23 November hingga 6 Desember 2021, disebutkan, Bontang dan Kukar masuk dalam daftar daerah yang menerapkan PPKM level 1.

“Kabupaten Paser, Berau, Kutai Barat (Kubar), Kutai Timur (Kutim), Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), dan Mahakam Ulu (Mahulu) diberlakukan PPKM level 2,” tulis Inmendagri yang dikeluarkan pada 22 November 2021 dan ditandatangani Mendagri Muhammad Tito Karnavian.

“Capaian” Bontang dan Kukar ini, mungkin agak membingungkan sebab keduanya bukan daerah langganan zona hijau alias zona aman kasus harian Covid-19. Di Kaltim, daerah langganan zona hijau adalah Mahulu. Buktinya, selama November 2021, daerah termuda di Kaltim ini sudah 8 kali zona hijau. Enam diantaranya bahkan berurutan 20-25 November 2021.

Di periode sama, Kabupaten Berau dan Paser juga sempat masuk zona aman Covid-19 tapi masing-masing hanya sekali, yaitu 12 dan 23 November. Zona hijau diartikan nihil kasus harian, sementara zona kuning kasusnya 1-25, oranye penambahan kasusnya diantara 26-50, terakhir zona merah penambahannya di atas 51 kasus per hari.

Menilik update data harian kasus Covid-19 Dinas Kesehatan Kaltim, diketahui selama rentang waktu 8-22 November 2021 (periode evaluasi PPKM sebelumnya), dilaporkan tak ada kasus pasien Covid-19 meninggal dunia di Kukar, Mahulu, ataupun Bontang. Secara rerata kasus konfirmasi (positif) paling tinggi sebanyak 5 kasus di Bontang pada 22 November.

Jika jumlah kasusnya tak jauh beda, kenapa Bontang dan Kukar yang PPKM level 1 bukan Mahulu? Menurut Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, tingkat level yang disematkan pada suatu daerah menggambarkan kecukupan kapasitas respons sistem kesehatan daerah itu sendiri.

Misalnya, seberapa banyak kapasitas testing, tracing, dan treatment terhadap transmisi penularan Covid-19 di daerahnya. Penjelasan lain dikemukakan Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, dimana disebutkan penentuan PPKM level 1 dan 2 adalah zonasi kabupaten/kota, dengan menerapkan pengendalian di tingkat komunitas berdasar klasifikasi zonasi dari Rukun Tetangga (RT).

Untuk warna, lanjut Wiku, mengadopsi situasi kebencanaan yakni merah, oranye, kuning, dan hijau. Warna-warna ini mengacu pada surveilans (pengawasan) kesehatan masyarakat, indikator epidemologi, dan pelayanan kesehatan.

“Untuk penentuan level 1-4 dengan menggunakan indikator laju transmisi, respons sistem kesehatan dan kondisi sosiologis masyarakat,” kata Menteri Marinves Luhut Binsar Pandjaitan dalam sebuah konferensi pers virtual.

Dengan kata lain, jika penularan Covid-19 di Mahulu bisa terus rendah (bahkan nol) hingga 6 Desember 2021, sangat terbuka peluang status PPKM-nya sama dengan Bontang atau Kukar. (prs)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mengendarai Motor, Pria Misterius Ceburkan Diri ke Sungai Mahakam

0
SAMARINDA - Seorang pria yang belum diketahui identitasnya nekat bersama sepeda motornya menceburkan diri ke Sungai Mahakam, di Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan...

Pengendara Tewas di Jalan Rusak Bonles, Nursalam: Keluarga Korban Bisa Menuntut

0
BONTANG – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Bontang Lestari pada Kamis (25/11/2021) malam, mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Termasuk kalangan pengusaha...