TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil menorehkan prestasi di dalam pelaksanaan program Data Desa Presisi (DDP). Bahkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, ditunjuk sebagai daerah percontohan oleh DPMPD Kalimantan Timur (Kaltim) dengan melibatkan kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Implementasi program ini mendapat apresiasi dari DPMPD Kaltim. Program DDP di Kukar dinilai berjalan efektif berkat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kukar, sehingga dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.
“Kami sangat bangga mendapatkan apresiasi atas dukungan penuh Pemkab Kukar dalam pelaksanaan program ini,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kukar, Arianto.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Kukar menyediakan drone untuk masing-masing desa. Drone tersebut digunakan untuk pemetaan wilayah secara detail, termasuk data administrasi, potensi desa, kependudukan, tingkat kemiskinan, pengangguran, hingga data kepemilikan rekening bank dan aset.
Menurut Arianto, penggunaan teknologi seperti drone menjadi langkah penting untuk memastikan data yang dihasilkan akurat dan relevan. “Dengan data yang lebih presisi, pemerintah desa dapat menyusun program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain sebagai rujukan data, hasil dari program DDP ini diharapkan dapat segera diaplikasikan di lapangan. Arianto menekankan pentingnya manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti peningkatan pelayanan publik hingga pengelolaan aset desa yang lebih optimal.
Dengan keberhasilan pelaksanaan program ini, DPMPD Kaltim optimistis Data Desa Presisi dapat membantu mendorong pengelolaan desa yang lebih modern dan berbasis teknologi.
“Kami berharap hasil dari program ini dapat menjadi contoh bagi pemerintahan desa di seluruh Indonesia,” tutup Arianto. (Adv)






