PASER – Menjelang bulan suci Ramadan, kebutuhan gas Elpiji 3 kilogram di Kabupaten Paser mengalami lonjakan signifikan. Dampaknya, terjadi kelangkaan di beberapa wilayah yang menyebabkan harga di tingkat eceran meroket hingga Rp 55 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Kelangkaan ini dikeluhkan warga, terutama di Kecamatan Tanah Grogot. Ahmad, salah satu warga setempat, mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang drastis.
“Memang harga Elpiji saya beli sekarang tembus sampai Rp 55 ribu,” kata Ahmad.
Ia pun meminta agar hal tersebut dapat disikapi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser. Antisipasi perlu dilakukan khususnya Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Paser.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop-UKM Kabupaten Paser, Suherman, membenarkan adanya peningkatan kebutuhan Elpiji setiap menjelang Ramadan.
“Saat menjelang Ramadan biasanya kebutuhan Elpiji itu meningkat, apalagi pada saat Ramadan, terutama menjelang Idulfitri,” kata Suherman.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Paser telah bersurat dan berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk menggelar operasi pasar murah guna menekan harga di tingkat eceran. Sejak awal Januari, agen-agen Elpiji di Tanah Grogot telah melaksanakan operasi pasar murah di beberapa titik strategis.
“Sementara baru terfokus di Kecamatan Tanah Grogot, dilaksanakan di halaman Masjid Agung Nurul Falah,” lanjutnya.
Operasi pasar murah di Kecamatan Tanah Grogot sudah dilaksanakan yang keempat kalinya, sebagai bentuk menekan harga di eceran yang memang bukan penyalur resmi elpiji. Ia menegaskan eceran bukan merupakan penyalur resmi Elpiji.
“Kami sudah empat kali melaksanakan operasi pasar untuk menekan harga dieceran. Pengecer bukan penyalur resmi, dalam penyalurannya harusnya dari pangkalan langsung ke pengguna akhir,” jelasnya.
Dalam memenuhi kebutuhan Elpiji di kecamatan lainnya, operasi pasar murah bakal dilaksanakan pada bulan Februari 2025 bila melihat animo masyarakat saat operasi pasar murah, cukup tinggi.
“Januari ini kami baru fokus di wilayah Tanah Grogot, untuk februari kami sudah bersurat ke Pertamina agar dilaksanakan diseluruh kecamatan,” pungkasnya.
Pewarta: TB Sihombing
Editor : Nicha R






