Sabtu, November 27, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jangan Tunggu Tambah Parah, Kenali Gangguan Depresi Sejak Dini

Kita sering kali abai dengan kesehatan mental. Padahal, kesehatan mental sangat berpengaruh terhadap produktivitas sehari-hari.  Munculnya gangguan mental seperti depresi, bukan berarti seseorang dianggap ‘gila’ namun, ada sesuatu yang berubah dari diri kita secara psikologis. Hal ini yang perlu dikenali lalu ditangani.

Hal itu disampaikan Founder dan Psikolog Lembaga Insan Cita Bontang Laela Siddiqah. Dia mengatakan, ada beberapa gejala depresi yang bisa dikenali. Jika gejala itu sudah muncul, harus segera menyadarinya dan meminta bantuan kepada orang lain.

“Gejala depresi ini banyak, seperti rasa insecure yang berlebihan sehingga membuat overthinking, lalu selalu merasa tidak bahagia di saat suasana sedang bahagia. Hal itu menjadi gejala depresi ketika dialami secara terus menerus, ” ucap Laela saat menjadi bintang tamu dalam program Podcast “Meja Tamu” alias Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Kesehatan Mental Bagi Usia Dewasa Awal”. Program kerjasama antara mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang ini tayang di kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (17/24/2021).

Laela juga mengatakan, masih banyak orang yang malu meminta bantuan ketika sudah mengalami gejala depresi. Padahal jika dibiarkan akan berakibat pada fase depresi tingkat lanjut.

“Jadi ketika kita sudah merasa ada gejala, segera sadar dan meminta bantuan kepada orang terdekat. Jangan dibiarkan karena bisa menyebabkan level depresinya naik sehingga dapat melakukan ‘Self Harm’ atau melukai dirinya sendiri, ” katanya.

Dia mengatakan, gangguan mental yang saat ini sedang tren di masyarakat, yaitu Bipolar. Kondisi dimana seseorang bisa merasa bahagia dan sedih secara berlebihan.  “Yang mengalami Bipolar biasanya bisa merasakan bahagia dan sedih yang berlebih, dan itu terjadi terus-menerus karena sudah tidak bisa terkontrol. Namun perlu digarisbawahi tidak bisa seseorang langsung men-judge dirinya mengalami bipolar. Perlu adanya pemeriksaan lebih lanjut ke psikolog atau psikiater, “jelasnya.

Pola asuh orang tua dan kondisi lingkungan sekitar pun dapat menjadi salah satu faktor penyebab seseorang mengalami depresi atau gangguan mental lainnya. “Bisa terjadi karena faktor pola asuh orang tua yang keliru, terlalu memberi tekanan terhadap anak, sehingga menyebabkan anak mengalami depresi, ” katanya.

Untuk terhindar gangguan kesehatan mental katanya, perlu ada kesadaran terhadap diri sendiri, dan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan energi positif.  “Ini menjadi perhatian khusus, karena kita harus sadar dulu tentang kesehatan mental kita. Lalu yang bisa kita lakukan untuk menjaga itu adalah terus melakukan kegiatan yang akan memberikan energi positif, dan harus selalu bahagia,” pungkasnya. (ahr)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mengendarai Motor, Pria Misterius Ceburkan Diri ke Sungai Mahakam

0
SAMARINDA - Seorang pria yang belum diketahui identitasnya nekat bersama sepeda motornya menceburkan diri ke Sungai Mahakam, di Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan...

Pengendara Tewas di Jalan Rusak Bonles, Nursalam: Keluarga Korban Bisa Menuntut

0
BONTANG – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Bontang Lestari pada Kamis (25/11/2021) malam, mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Termasuk kalangan pengusaha...