PPU – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatatkan realisasi anggaran sebesar 49 persen hingga Oktober 2024. Sebagian besar anggaran terserap untuk kegiatan fisik.
Kepala BKAD Kabupaten PPU, Muhajir, menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar proyek fisik sudah dimulai. Namun banyak di antaranya yang mengalami kendala signifikan di lapangan, seperti cuaca buruk dan kekurangan tenaga kerja.
“Dari capaian realisasi 49 persen ini, sebagian besar anggaran terserap oleh kegiatan fisik di lapangan,” ujarnya.
Muhajir menambahkan bahwa kendala tersebut mengakibatkan deviasi anggaran yang cukup besar, hingga mencapai 20 persen. Untuk itu, BKAD terus mendorong percepatan melalui koordinasi lebih lanjut dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor sebagai pihak ketiga.
Salah satu contoh proyek yang mengalami kemunduran adalah pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama di Kecamatan Sepaku. Dengan nilai kontrak sekitar Rp 71 miliar, progres pembangunan baru mencapai 32 persen, jauh dari target yang ditetapkan.
BKAD terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar serapan anggaran dapat dipercepat, dan target realisasi 95 persen dapat tercapai sebelum akhir tahun.
“Kita mendorong agar PPK dan kontraktor melakukan koordinasi yang lebih intensif, seperti memparallelkan beberapa pekerjaan, contohnya penyediaan bahan konstruksi atap yang bisa dikerjakan bersamaan dengan pekerjaan struktur bangunan,” tutup Muhajir. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)






