spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hadapi Inflasi lewat Pemberian Bantuan

BERAU – Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengatasi inflasi di wilayah pesisir melalui pemberian bantuan.

Kata Subroto, melalui pemberian bantuan seperti kebutuhan pokok tentu akan meringankan beban masyarakat dalam menghadapi inflasi yang terjadi.

“Masalah inflasi, banyak solusi yang diberikan kepada masyarakat. Tapi masyarakat sekarang ini lebih infin diberikan bantuan,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat yang paling terdampak inflasi di pesisir saat ini yakni para petani. Kenaikan harga bahan pokok dan menurunnya hasil produksi selalu dikeluhkan. “Saat ini yang sangat diperlukan petani di daerah-daerah pesisir yakni bantuan bibit cagung, cabai, sapronak, saprodi, alsintan,” jelasnya.

Khususnya untuk jagung, baginya, perlu diberi bantuan bibit. Mengingat, saat ini bibit jagung di daerah pesisir sukar diperoleh dan kalau pun tersedia, harganya cukup mahal. “Sementara jagung di sana itu, sekali tanam dan juga hasilnya sudah tidak maksimal. Jadi, petani itu mengeluh karena habis bibit pertama, kedua ditanam hasilnya sudah tidak maksimal,” terangnya.

“Mungkin juga karena lahannya tidak seperti di Jawa atau Sulawesi. Kalau Jawa, Sulawesi bisa 3 atau 4 kali karena tanahnya itu memungkinkan. Kalau disini, paling 1 atau 2 kali,” sambungnya.

Ke depan, Subroto berharap agar tak hanya bantuan, masalah inflasi di daerah pesisir juga harus diatasi dengan pemberian bantuan pupuk dan peningkatan kualitas tanah. “Tanah kita memang subur. Tapi belum terlalu untuk pertanian. Makanya kita ingin supaya perlu ada pemupukan atau peningkatan kualitas tanah yang memang perlu dibantu,” tandasnya. (adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.