spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gelar Simulasi Kebakaran, Cara Harris Hotel Samarinda Sigap Bencana

SAMARINDA  – Mengantisipasi terjadinya bencana yang berdampak pada keamanan karyawan maupun tamu hotel,  HARRIS Hotel Samarinda menggelar simulasi evakuasi kebakaran pada Kamis (30/1).

Gusti Ari Priyatna (IT Manager Harris Hotel Samarinda) selaku Chief Warden tim ERT (Emergency Response Team) menjelaskan, selain tim internal hotel, kegiatan tersebut juga didukung oleh badan dan instansi terkait.

Seperti, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda, Polresta Kota Samarinda & Polairud Polresta Samarinda, Polsek Sungai Kunjang, Palang Merah Indonesia Kota Samarinda, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Samarinda, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Prov. Kaltim, Basarnas Kota Samarinda dan Sucofindo Samarinda.

“Simulasi kali ini merupakan latihan ke-6 yang dilaksanakan setiap tahunnya. Dengan mengevakuasi korban pingsan, patah tulang, serta karyawan dan tamu yang berada di gedung hotel,” katanya.

Menurutnya, karyawan Harris Hotel Samarinda diharapkan punya kemampuan tanggap darurat, khususnya dalam bencana kebakaran, karyawan harus mengerti cara tanggap kebakaran, penyelamatan diri dan latihan evakuasi korban.

General Manager Harris Hotel Samarinda, Suhendri Ari Nugroho tidak berharap kebakaran ini benar-benar terjadi. Namun nampaknya pihak hotel ingin semuanya harus siap.

“Simulasi ini sudah rutin tiap tahun kita adakan, dengan melibatkan pihak terkait lainnya guna terus melatih karyawan agar tetap tanggap bencana,” katanya.

Selain itu, karyawan Harris Hotel Samarinda juga sudah diberikan pelatihan mengenai kebakaran dan diperkenalkan cara untuk memadamkan api menggunakan media APAR, Fire Blanket, dll. Setiap harinya pun selalu ada karyawan yang bertugas untuk menjadi tim ERT (Emergency Response Team).

Proteksi kebakaran pun sudah dipersiapkan di seluruh kamar Harris Hotel Samarinda yang memiliki 143 kamar.

Dijelaskan oleh Rezeky Nugroho Chief Security Harris Hotel Samarinda, hotel juga sudah dipersiapkan Fire Alarm, yang biasa dikenal dengan smoke detector dan pipa springkle yang siap mengeluarkan air disaat suhu ruangan mencapai titik panas.

“Alat tersebut tiap tahunnya harus masuk dalam sertifikasi uji kelayakan yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda. Tabung Hydrant (APAR) juga disediakan di lorong kamar di setiap lantainya,” terangnya. (rls)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.