Gegerkan Samarinda, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari, Posisi Terlelap

0
Proses evakuasi temuan jenazah di Terminal Sungai Kunjang oleh petugas dengan APD lengkap. (Foto: Giarti Ibnu Lestari/kaltimkece.id)

SAMARINDA- Kota Tepian kembali digegerkan dengan penemuan mayat. Untuk penemuan, Selasa (4/8/2020), bukan satu tapi dua mayat sekaligus. Dan dua-duanya ditemukan di Kecamatan Sungai Kunjang. Dugaan awal, mereka meninggal karena sakit sebab tak didapati tanda-tanda kekerasan.

Meski begitu, protokol Covid-19 dijalankan petugas saat mengevakuasi salah satu korban. Mayat pertama diketahui bernama Sarno berumur 60 tahun. Sarno ditemukan sudah meninggal di ruang tunggu Terminal Sungai Kunjang. Posisinya seperti orang sedang tidur di atas kursi. Seorang petugas kebersihan, Sumarsiati (51), sekira pukul 04.30 Wita mengaku sempat mencoba membangunkan sosok yang sedang tertidur di bangku panjang tersebut.

Bermaksud meminta izin untuk pindah karena area sekitar akan dibersihkan. Namun upayanya tak direspons. “Di ruang tunggu penumpang ada dua orang. Termasuk dia (Sarno). Posisinya sedang berbaring. Saya sempat permisi, kursinya juga sempat saya goyang tapi tidak bangun-bangun juga. Saya lalu pergi. Saya kira hanya tidur biasa. Tidak tahu jika sudah meninggal,” ucap Sumarsiati.

Proses evakuasi dilakukan sesuai protokol Covid-19 sekira pukul 10.30 Wita. Dilakukan petugas relawan Inafis Polresta Samarinda, menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Namun, penyebab pekerja buruh angkat pasir itu meninggal dunia belum diketahui.

Jenazah kedua adalah Hamid Han (62). Dia ditemukan dalam rumah kontrakannya di Jalan M Said, Gang Polewali 10 C RT 46, Kelurahan Lok Bahu.
Ditemukan sekira pukul 13.30 Wita. Meninggal dunia dalam keadaan tidur tertelungkup. Hamid diketahui merupakan penjaga rumah kontrakan beton empat pintu. Salah satunya tempat dimana ia ditemukan meninggal dunia.

Ketua RT 46 Kelurahan Lok Bahu, Ahmad Salimarbawi, mengatakan bahwa penemuan mayat tersebut bermula dari salah seorang tetangga ketika menanyakan aliran air yang kurang deras. Namun saat didatangi di kontrakan, Hamid terlihat tak sadarkan diri.
“Melihat itu, tetangga tersebut langsung memanggil tetangga lainnya untuk memeriksa keadaannya dan ternyata telah meninggal dunia. Dari salah seorang kerabat mengatakan ada riwayat sakit jantung dan liver,” terang Ahmad Salimarbawi. Hamid Han diketahui belum menikah dan tinggal seorang diri. Ia pun tertutup mengenai keluarganya.

BACA JUGA :  Virus Corona Menebar Duka, Sehari 20 Warga Kaltim Meninggal, Paling Banyak Balikpapan dan Samarinda

Kanit Inafis Polresta Samarinda, Inspektur Polisi Dua Yitno Hadi, mengatakan bahwa tidak ditemukan tanda kekerasan dari tubuh kedua kasus tersebut. Polisi mengamankan beberapa obat-obatan dan gigi palsu. Jenazah telah dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk divisum. (*/kk/red2)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini