PPU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim) dengan menyasar 15 kampung di seluruh kecamatan pada tahun ini. Program yang bertujuan untuk mitigasi perubahan iklim melalui pemberdayaan masyarakat ini mencakup berbagai desa di Kecamatan Penajam, Waru, dan Babulu.
Kepala DLH PPU, Safwana, menjelaskan bahwa desa-desa yang terlibat dalam Proklim tahun 2024 antara lain Kelurahan Buluminung, Gersik, Riko, dan Sepan di Kecamatan Penajam; Desa Api-Api dan Sesulu di Kecamatan Waru; serta Desa Labangka, Labangka Barat, Gunung Makmur, Gunung Mulia, dan Gunung Intan di Kecamatan Babulu.
“Proklim berkonsep pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan. Kami berharap, dengan pengelolaan yang tepat, program ini dapat memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat dan ekonomi sosial mereka,” ujarnya.
Tidak hanya berhenti pada 15 kampung iklim, DLH PPU juga menargetkan sekitar 20 kampung iklim pada tahun 2025. Dengan demikian, diperkirakan akan ada lima desa lagi yang menerapkan program serupa pada tahun mendatang.
Safwana menambahkan, DLH PPU mendukung kampung-kampung iklim dengan menyediakan sarana dan prasarana melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan. Salah satu implementasi program ini adalah pembinaan masyarakat dalam pengelolaan sampah, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam.
“Pembinaan ini termasuk pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kami berharap program ini semakin meluas dan berdampak lebih besar pada masyarakat di PPU,” tutup Safwana. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)






