spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bocah 8 Tahun Asal Samarinda Meninggal Diduga Hepatitis Akut

SAMARINDA– Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta dr Mohammad Syahril membeberkan terdapat 1 kasus orang yang bergejala akut misterius di Kalimantan Timur per 11 Mei 2022. Terkonfirmasi bahwa 1 orang yang dimaksud adalah bocah 8 tahun asal Samarida dan telah meninggal dunia.

Syahril mengungkapkan, terdapat 18 kasus orang bergejala misterius di Indonesia per 11 Mei 2022. Ke-18 kasus tersebut tersebar di Kalimantan Timur (1), Sumatera Utara (1), Sumatera Barat (1), Kepulauan Bangka Belitung (1), DKI Jakarta (12 kasus), Jawa Barat (1), dan Jawa Timur (1).

“Ada 18 kasus yang bergejala yang disebut dengan acute hepatitis of unknown etiology atau hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya,” ungkap Syahril dalam jumpa pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (13/5/2022).

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Masitah, mengkonfirmasi bahwa 1 orang yang diduga hepatitis akut tersebut berdomisili di Samarinda. Disehutkan, pasien meninggal itu berumur 8 tahun.

“Anak-anak, punya gejala yang mengarah kesitu (hepatitis akut). Masih dugaan karena dia ada demam berdarahnya. Jadi masih didiskusikan oleh para ahli di kementerian. Nanti rilisnya kementerian yang mengeluarkan bukan dari provinsi,” jelasnya, Jumat (13/5/2022).

Ia menjelaskan, penanganan kasus hepatitis akut di Kaltim harus diisolasi di ruang yang tidak bertekanan negatif. Berbeda dengan kasus covid-19 dimana pasiennya harus diisolasi di ruang bertekanan negatif.

“Karena dia penularannya lewat cairan tubuh. Lewat feses bukan lewat udara. Protokol pemakaman, tidak seperti protokol Covid-19,” terangnya.

Lebih lanjut Masitah menerangkan,  gejala hepatitis misterius ini menyerang organ hati. Sama halnya dengan hepatitis tipe A hingga E.

“Yang unknow ini tidak termasuk tipe A sampai E. Makanya di kategorikan, hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Pasti ini masih didiskusikan mendalam oleh para ahli. Kita tunggu saja dari kementerian, rilisnya,” pungkasnya.(eky)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Di Luar Ruangan Masyarakat Bebas Tanpa Masker, Ini Penjelasan Presiden Jokowi

0
JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan melonggarkan aturan kewajiban penggunaan masker untuk mencegah penularan virus corona penyebab Covid-19. Kini masyarakat diperbolehkan tidak...

Pasca Liburan, 398,6 Kg Sampah Terkumpul di Pulau Beras Basah, Sedotan Plastik Setara Luas...

0
BONTANG - Pasca libur panjang Hari Raya Idul Fitri, aksi bersih-bersih dilakukan di Pulau Beras Basah, pada Minggu (15/5/) hingga Senin (16/5). Yang cukup...